Aniota Blog - All about Japan

Informasi terlengkap seputar jepang meliputi industri, hiburan, ekonomi, politik, infotainment, idol, culture, pop culture, anime, manga, dll

Selasa, 12 Mei 2020

Dongeng Jepang : Bunbuku Chagama, Teko Teh Pembagi Keberuntungan


Bunbuku Chagama 
 "Teko Teh Pembagi Keberuntungan"

Di suatu sore,
Saat seorang kakek sedang berjalan pulang dari kota.
Tiba-tiba si kakek melihat seekor Tanuki yang sedang kesakitan kakinya, ternyata dia  terkena perangkap yang di pasang diladang.
“Kasian sekali kamu ini, sekarang  akan aku lepaskan kamu dari perangkap ini” kata si kakek ingin menolong.
“Terima kasih banyak, aku ingin membalas budi tapi aku tidak mempunyai apa-apa”
 “Tapi, Karena aku bisa berubah menjadi teko, bawalah aku ke kuil dan jual aku disana” kata Tanuki  yang kemudian  berubah menjadi teko teh.
Si kakek akhirnya pergi kekuil dengan membawa teko yang sebenarnya adalah Tanuki  itu untuk diperlihatkan kepada biksu.
 Ketika si biksu kuil mengetuk teko dengan tangannya berbunyi “Bong ...”
“Wah ini sepertinya barang bagus, berapa harganya” kata si biksu.
“3 keping emas saja biksu” kata si kakek
Beginilah cara si Tanuki  membalas budi.
Si biksu berkata ke pada biksu kecil,
“Karena malam ini akan ada pesta minum teh tolong cuci teko ini terlebih dahulu”.
Ketika si biksu kecil mulai membersihkah teko itu.

“Sasasakittt..... bersihkannya lebih pelan-pelan lagi dong,
Kemudian  ketika si biksu membersihkan bagian pantat si Tanuki  berteriak sangat kencang.
“Huaaaaah ....” si biksu kecil berteriak ketakutan.
Dan lari keruangan  si biksu . Disana ia berkata,
“Tekonya bisa berbicara biksu” kata nya setengah terengah-engah. 
“Jangan berkata aneh –aneh ... teko yang berkuliatas memang mengeluarkan suara. Pasti suara itu yang menyerupai suara manusia yang kamu dengar” kata si biksu.
Malampun datang,
Ketika teko di letakan diatas tungkun api oleh si biksu, 
Si teko locat ke atas dan mengeluarkan teriakan yang sangat keras.
Dan lagi, si teko tumbuh tangan dan kaki ekor .. bahkan muncul muka seekor Tanuki “Huahhhhh teko  setan “ kata si biksu ketakutan.
Dihari berikutnya,
Teko kembali kebentuk semula, kemudian si biksu berencara menjualnya di toko peralatan rumah.
Si biksu kemudian meminta tolong pemilik toko peralatan rumah untuk menjualkan teko itu, si pemilik toko yang miskin tidak tau harus bagaimana agar teko itu bisa terjual dengan cepat akhirnya meletakan teko tersebut di kamarnya.
Ditengah malam,
Ada sebuah suara “Paman ... paman ... “
Sipemilik toko bangun , sambil merinding mencari asal suara tersebut.
“Paman jangan takut aku adalah seekor Tanuki , aku bisa menari dan bisa juga mengahasilkan uang , tolong biarkan aku disini sebentar”
Kata si Tanuki  meminta tolong kepada si pemilik toko.
Dihari berikutnya si pemilik toko mengadakan pertunjukan didepan rumahnya,
Dan memangil orang-orang datang dengan suara yang keras.
“Ayo, ayo semuanya lihat kemari “.
Ini pertunjukan yang jika dilewatkan ,akan menyesal seumur hidup loh. “Pertunjukan bakat seekor Tanuki  berbentuk teko yang bisa menari dan bisa berjalan diatas satu tali”  kata si pemilik toko untuk menarik perhatian banyak orang.
Pelan-pelan banyak orang yang datang berkerumun,
“Wah, ini pertunjukan yang sangat bagus “ kata orang-orang yang berkerumun disana.
Kemudian pertunjukan Tanuki  berbentuk teko menjadi sangat populer disana.
Pada akhirnya, sipemilik toko menjadi sangat kaya, dan si Tanuki  dapat membalas budi kebaikannya. Kemudian si Tanuki  memutuskan untuk pulang ke hutan.



Akan tetapi,
Apa yang terjadi sangatlah disayangkan ?
Karena si Tanuki  telah sangat lama berubah menjadi teko ia tidak bisa kembali kewujud semula.
“Aduh, bagaimana ini” kata si Tanuki sambil mengelap keringat dinginnya.
Akhirnya sipemilik toko memutukan untuk pergi ketempat biksu.
Ketika sampai di kuil si pemilik toko langsung mencerikan keadaan yang bergotong-royong kepada si biksu.
Si Tanuki  yang berbentuk teko bersembunyi dibelakang badan pemilik toko alasannya merasa bersalah telah membuat si biksu 
harus membayar 3 keping emas kepada si kakek yang menolongnya dulu.
Karena si biksu juga merasa bersalah telah menyuruh si pemilik toko peralatan rumah untuk menjual teko tanpa memberitahukan bahwa teko tersebut hidup akhirnya, bersedia menolong si Tanuki  tersebut.
Sibiksu mulai mempersiapkan ritual, mengucap jampi-jampi, memukul gendang taiko*,menyipratkan daun suci tetapi, si Tanuki  tetap tidak bisa kembali ke wujud yang semula.
Pada akhirnya si Tanuki  menyerah untuk bisa pulang lagi kehutan.
Sipemilik toko memberikan banyak uang kepada si biksu agar bisa merawat si Tanuki  berbentuk teko itu.
Dan pada akhirnya,
Tangan dan kakinya sudah tidak muncul lagi, ekor dan mukanya pun menghilang jadilah ia teko yang sempurna.
Kemudian teko ini disebut dengan “Bunbuku Chagama” 

END


Baca juga : Dongeng Jepang : Gunung Kachi Kachi, Apa yang Kita Tabur Itu yang Akan Kita Tuai

Note : 
Tanuki :  adalah sebutan untuk hewan anjing  rakun dalam bahasa Jepang. Sebutan"Tanuki" digunakan untuk subspesies anjing rakun.
Bunbuku Chagama : teko teh pembagi keberuntungan
Taiko : Dalam bahasa Jepang artinya "Drum besar dari kayu". 

Sumber : 



Back To Top